Passa al contenuto
Centro notizie >

RADIO MASIH MEMILIKI TEMPAT DI HATI PENDENGARNYA

6 minuti di lettura | Mila Lubis | Novembre 2016
{“order”:3,”name”:”pubdate”,”attributes”:{“hidePublishDate”:”true”,”jcr:mixinTypes”:”[cq:LiveRelationship]”,”sling:resourceType”:”nielsenglobal/components/content/publishdate”},”children”:null}

Pesan untuk Jurnalis dan Editor:

  • Nielsen ha pubblicato un giornale e un redattore per poter utilizzare la metodologia del risetto Nielsen dal punto di vista della ricerca, che si basa sulla fusione dei dati Nielsen con quelli dell'informazione.

  • Per poter utilizzare i dati di riferimento Nielsen, è necessario contattare Nielsen di persona per ottenere informazioni chiare e precise.

  • Nielsen memiliki hak jawab untuk ketidak--tepatan penggunaan data Nielsen dalam pemberitaan.

RADIO MASIH MEMILIKI TEMPAT DI HATI PENDENGARNYA

50 persone che lavorano alla radio e che hanno un costo di produzione inferiore a quello di un'altra persona.

Jakarta, 7 novembre 2016 - Televisi masih menjadi media utama e Internet tumbuh sangat pesat di berbagai segmen usia, Keadaan ini menimbulkan berbagai asumsi terhadap eksistensi dari media radio. Hasil temuan Nielsen Radio Audience Measurement pada kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa 57% dari total pendengar radio berasal dari Generasi Z dan Millenials atau para konsumen masa depan. Saat ini 4 dari 10 orang pendengar radio mendengarkan radio melalui perangkat yang lebih personal yaitu mobile phone.

Nielsen Radio Audience Measurement ha stabilito che meskipun internet tumbuh pesat pada kuartal ini, tidak berarti bahwa jangkauan akan pendengar radio menjadi rendah. La penetrazione dei media televisivi (96%), dei media Luar Ruang (52%) e di Internet (40%) si è ridotta, mentre quella dei media radiofonici si è ridotta a 38 persone nel kuartal 2016.

L'Angka penetrasi mingguan ini, menunjukkan bahwa media radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta orang konsumen di Indonesia. La radio di 11 kota in Indonesia e le rilevazioni Nielsen hanno dato luogo a un'analisi di 139 minuti all'anno.

Banyak asumsi yang timbul bahwa kependengaran radio ini perlahan-lahan mulai turun, seiring dengan bertumbuhnya media online saat ini. I dati Nielsen Radio Audience Measurement kuartal ketiga 2016 ini menunjukkan hal yang sebaliknya. Il tempo di trasmissione della radio per minggu, rupanya bertumbuh dari tahun ke tahun. Jika di tahun 2014 pendengar radio hanya menghabiskan waktu mendengarkan radio 16 jam per minggunya, hasil ini meningkat terus di tahun 2015 (16 jam 14 menit per minggu) e tahun 2016 (16 jam 18 menit).

L'angka rata-rata ini mayoritas disumbangkan oleh Generasi X dengan rentang usia 35-49 tahun yang mendengarkan radio selama lebih dari 18 jam dari total keseluruhan pendengar. I Baby Boomers (50-65 tahun) hanno 17 jam 20 menit, la Silent Generation (65 tahun ke atas) 16 jam 22 menit, i Millenials (15-34 tahun) 15 jam 37 menit, e la Generasi Z (10-14 tahun) yang menghabiskan waktu mendengarkan radio lebih dari 13 jam di setiap minggunya. Il sondaggio ha inoltre evidenziato che il waktu mendengarkan radio pada Generasi X di tahun 2016 ini menunjukkan peningkatan dari sebelumnya hanya 16 jam 18 menit di 2014 dan 17 jam 39 menit di 2015.

Jika ada asumsi yang muncul bahwa radio hanya didengarkan oleh generasi usia yang lebih berumur, ini bertolak belakang dengan hasil temuan Nielsen Radio Audience Measurement kuartal ketiga ini. Hasil Survey Nielsen menunjukkan bahwa justru, 57 persen pendengar radio adalah konsumen masa depan yang berada pada usia yang relatif muda. I contributi alla radio pendente sono stati assegnati ai Millenials 38 persone, alla Generazione X 28 persone e alla Generazione Z 19 persone. Sementara pendengar radio pada Generasi Baby Boomers e Silent Generation relatif lebih sedikit, masing-masing yang hanya berkontribusi sebesar 13 persen e 2 persen.

Saat ini 4 dari 10 orang pendengar radio mendengarkan radio melalui perangkat yang lebih personal yaitu mobile phone. Tak dapat dipungkiri bahwa ini menjadikan internet adalah media yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja, namun kenyataannya internet tidak lantas mengambil alih peran radio dari para pendengarnya. I media radio sono sempre più presenti nel settore della radiofonia locale e sono sempre più presenti in internet. Di beberapa kota, seperti Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Makassar e Palembang bahkan penggunaan radio melampaui internet. La radio è un mezzo di comunicazione di base per la comunità, ma il gruppo di persone che si occupa della comunità è in grado di gestire la radio in modo diverso da quello che è stato fatto per il pendengar, che è sempre più specifico e che può essere utilizzato per la creazione di un penduduk di kota-kota. La radio e internet si stanno fondendo, perché la radio pendente è già presente su internet, mentre internet è una piattaforma per la radio, che può essere utilizzata da mereka.  

Temuan Nielsen Radio Audio Measurement kuartal ini menunjukkan bahwa tingkat penetrasi Radio pada konsumen, tertinggi berada di kota Palembang dengan 97 persen, disusul oleh pendengar di kota Makassar dengan 60 persen, Bandung (54%), Banjarmasin (53%) dan Yogyakarta (51%).

La radio tidak lagi didengarkan melalui radio tape saja, tetapi kini perilaku pendengar telah berubah menjadi mengedepankan teknologi dan fleksibelitas dalam mendengarkan radio. La radio è un mezzo di comunicazione che ha un carattere personale e che può essere utilizzato per la diffusione del konsumen. Tiga kota terbesar dari konsumen yang mendengarkan radio dari perangkat mobile mereka berada di kota Makassar (69%), Medan (44%) e Jakarta (38%)

Rumah masih menjadi tempat utama untuk mendengarkan radio, bagi 96 persen pendengar radio atau sekitar 19 juta orang. Mobil merupakan tempat yang potensial bagi para pendengar radio namun, jumlah pendengar yang mendengarkan radio dari mobil hanya mencapai 1,8 juta orang di kuartal ketiga tahun 2016 ini, dengan 1, 4 juta di antaranya mendengarkan radio di rumah dan di mobil.

Il programma di musica dangdut è molto diffuso tra la Generazione X e i Baby Boomers, che si sono uniti in una sorta di "pendengar dewasa". Selain 41 persen dari Generasi X penikmat musik dangdut juga datang dari Generasi Baby Boomers (31%) dan Silent Generation (13%). In un contesto di radio pendente, la musica Pop Indo è molto popolare. Per la Generazione Z e i Millenials, 49 persone e 39 persone hanno ascoltato musica Pop Indo, mentre 17 persone e 33 persone hanno ascoltato un programma musicale dangdut.

Il programma Baik musik Pop Indo e Dangdut juga memiliki segmen pendengarnya masing-masing dari sisi pekerjaan mereka. Il programma Musik Pop Indo comprende 51 persone che si occupano di musica e che sono rappresentate da persone che si occupano di kantoran e 49 persone che si occupano di pelajar e mahasiswa. Sementara pendengar program musik dangdut cenderung berprofesi pengusaha kecil menengarh (43%), ibu rumah tangga (39%) dan pekerja kerah biru (36%). Pada umumnya, program music Pop Indo berhasil menyasar segmen kelas menengah ke atas, sedangkan program musik Dangdut berahasil di segmen menengah ke bawah.

Seiring dengan durasi mendengarkan radio yang naik, iklan di radio terus meningkat di semester pertama tahun ini dan mencapai puncaknya menjelang bulan Ramadhan pada bulan Mei dan Juni 2016.

Nilai belanja iklan (kotor) terbanyak berasal dari Shell, namun spot terbanyak di radio datang dari Unilever dengan 5.800 spot. Il pengiklan terbesar (dalam belanja iklan kotro) di radio pada semester awal 2016 adalah Shell dengan Rp 18 miliar, Unilever Rp 7 miliar, Telkomsel 6 miliar, Tokopedia Rp 5 miliar e Alfamidi Rp 3 miliar.

Tentang Nielsen Misurazione dell'audience radiofonica

Nielsen RAM è un'indagine pengukuran kependengaran radio terhadap + 8.400 orang berusia 10 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar e Banjarmasin). L'informazione che viene fornita è costituita da dati relativi alla popolazione e ai dati demografici relativi alla radio pendolare e alle abitudini di mendengarkan mereka.

Tentang Pubblicità Servizi Informativi Nielsen

L'informazione belanja iklan dikumpulkan dari dati Advertising Information Services yang memonitor aktivitas periklanan Indonesia. Si tratta di 15 testate televisive, 99 surat kabar e 123 majalah e tabloid. Semua angka didasarkan pada gross rate card, tanpa menghitung diskon, promo, dll

Tentang Nielsen Consumer and Media View

Survey CMV adalah survey sindikasi yang dilakukan Nielsen terhadap + 17.000 orang usia 10 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). Le informazioni che si possono ottenere dalamnya sono dati demografici, psikografi, penggunaan media, sampai dengan penggunaan produk.

Tentang Nielsen

Nielsen N.V. (NYSE: NLSN) adalah perusahaan global yang menyediakan pemahaman komprehensif pada apa yang konsumen Tonton (Watch) dan Beli (Buy). Il segmento Watch è in grado di fornire un'ampia gamma di contenuti in un'area seluruh perangkat, con video, audio e contenuti di qualità, in un'area klien media e in un'agenzia periklanan. Il Segmen Buy è in grado di gestire il pandangan globale per quanto riguarda il settore industriale dei prodotti e dei beni di consumo. Grazie all'integrazione di informazioni relative ai segmenti Watch e Buy e alla raccolta di dati, Nielsen ha creato una serie di analisi che permettono di valutare la qualità del prodotto in tutto il mondo. Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Per avere informazioni più complete, è possibile consultare il sito www.nielsen.com.

it